Keluarga Besar yang Tinggal di Seberang Rumah Adin

Adin tinggal di sebuah komples perumahan di Bangdung. Kompleks itu seperti sebuah kota kecil lengkap dengan berbagai fasilitas. Di sana ada supermarket, tempat kursus, taman dan gedung olahraga. Selama tidak keluar dari kompleks, pengendara motor boleh berlalu-lalang tanpa surat izin mengemudi (SIM). Anak-anak juga dapat bermain dengan nyaman di sekitar kompleks karena satpam kompleks senantiasa siaga.

Rumah-rumah di kompleks itu saling berdekatan. Rumah Adin terletak di pojok kompleks. Tepat disebranganya, berdiri sebuah rumah bercat putih dengan pagar hitam. Di depan rumah itu terpancang plang bertuliskan, “Dokter W.H. Panggabean, Ahli Saraf”. Seluruh penghuni rumah itu sangat akrab dengan Adin. Oleh sebab itu, saya merasa perlu memperkenalkan penghuni rumah itu satu per satu.

Kepala keluarga di rumah itu adalah Om Panggabean. Dia bekerja sebagai dokter saraf yang berpraktik di rumah. Dokter saraf adalah dokter yang memperbaiki saraf; benang-benang halus dalam tubuh manusia. Jika benang-benang halus itu kusut, tubuh manusia mengalami ganguan. Misalnya, tanganmu bisa bergerak-gerak sendiri tanpa diperintahkan. Repot sekali, kan ?

W.H. adalah singakatan dari Wilson Hajuruan. Dalam adat Batak, jika seorang laki-laki sudah berkeluarga, nama depannya jarang digunakan. Karena itulah, semua orang mengenal Om Panggabean melalui marganya saja, Panggabean.

Om Panggabean bertubuh tinggi besar. Suaranya berat dan tegas. Sekilas, dia tampak menyeramkan seperti raksasa-raksasa di negeri dongeng. Tetapi sebetulnya, Om Panggabean ramah dan baik hati. Adin sangat menyukainya.

Bagi Om Panggabean, tanggung jawab sangatlah penting. Oleh sebab itu, setiap anaknya diberi kamar sendiri-sendiri. Dengan mempunyai kamar sendiri, diharapkan anak-anaknya akan belajar bertanggung jawab pada ruang kecil serta barang-barang di dalamnya.

Tante Naomi muliawati, istri Om Panggabean, bukan berdarah Batak. Ayahnya keturunan Cina-Jawa, sementara ibunya orang Belanda-Sunda. Selain itu, dia juga mempunyai sedikit darah Manado. Budaya yang bercampur aduk dalam kehidupan Tante Naomi, membuat dia tidak memegang tradisi apa pun. Semenjak menikah dengan Om Panggabean, barulah Tante Naomi  belajra mengikuti taridisi Batak.

Tante Naomi merupakan satu-satunya perempuan di rumah putih itu. Tubuhnya mungil, kulitnya putih, dan rambutnya pendek agak ikal. Pembawaannya hangat dan menyenangkan. Sebagai ibu dari enam orang anak, dia sangat cekatan dalam mengurus keluarga. Kegemarannya adalah merawat bunga di belakang rumah. Karena begitu sayangnnya pada bunga, sampai-sampai buanga itu dia anggap seperti anaknya sendiri.

Dalam keluarga Om Panggabean, Adin bersahabat dengan si bungsu yang bernama Lambok Hasudungan. Mereka berusia sama, yakni enam tahun. Dalam bahasa Batak, Lambok berarti lembut, sementara Hasudungan berarti kesayangan. Jadi, Lambok Hasudungan si lembut yang menjadi kesayangan semua orang. Nama ini sungguh sesuai dengan Lambok yang pendiam dan berhati lembut. Sungguh berbeda dengan Adin yang cerewet. Biarpun mereka mempunyai sifat yang berbeda, Adin dan Lambok tetap sering bermain bersama. Mereka tidak pernah bertengkar, baik di kelas maupun di rumah.

Dalam kesehariaannya, Lambok dipanggil dengan nama Coki oleh kakak-kakaknya. Padahal dalam adat Batak, seorang anak bungsu akan disebut Ucok

“Coki lebih keren daripada Ucok!” begitu gurau abang-abang Coki.

Abang tertua Coki bernama Darwin Mulajadi Panggabean. Panggilannya Bang Darwin. Sekarang umurnya enam belas tahun dan sudah duduk di bangku kelas dua SMA. Bang Darwin bertubuh kurus dan berkacamata minus. Dia pendiam seperti Coki dan sangat pendai seperti seorang professor. Adin sangat mengaguminya.

Charles Maruli Panggabean alias Bang Ruli adalah nama abang Coki yang kedua. Dia duduk di kelas satu SMA, berselisih umur satu tahun dengan Bang Darwin. Bang Ruli adalah abang favorit Adin dan Coki. Dia hangat serta penyabar. Dialah abang yang paling sering memeriksa pe-er Adin dan Coki. Dia jugalah abang yang paling dapat diandalkan di rumah Coki.

Urutan kelahiran selanjutnya setelah Bang Ruli adalah Eduard Hamonangan Panggabean. Sekarang Bang Edu berumur 14 tahun dan duduk di bangku kelas tiga SMP. Hobinya berolahraga basket. Tak heran jika badannya tinggi tegap seperti papip. Sayangnya , dia jarang berada di rumah.

Bang Barry adalah anak keempat, setelah Bang Edu. Baringin Parlindungan Panggabean nama lengkapnya dia sekarang duduk di bangku kelas lima SD, terpaut empat tahun usianya dari Coki. Nama Baringin Parlindungan berarti pohon beringin sebagai tempat berlindung. Tapu boro-boro berlindung, luput dari kejahilannya saja sudah bagus. Biarpun begitu, Bang Barry sangat baik hati. Jika sudah berbuat salah, dia tidak segan mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah dia perbuat.

Selanjutnya, ada adik Barry bernama Hansen Daumara Panggabean. Dia dipanggil Dodo oleh teman-temannya. Usianya delapan tahun, dua tahun lebih tua daripada Coki. Dodo selalu ingin menjadi jagoan. Itulah sebabnya dia ikut les karate. Dodo sangat mengidolakan Barry karena sikapnya yang tegas dan bersemangat dalam melakukan segala sesuatu.

Itulah keluarga besar Panggabean yang dekat dengan Adin. Mereka akan muncul pada kisah-kisah Adin yang akan saya ceritakan kepada kalian.

Ini Adalah Potongan dari Dongeng dan Cerita Anak “Dunia Adin”

Daftar Pustaka : Sundea. 2007. Dunia Adin. Bandung: Read! Publishing House (Kelompok Mizan)

baca juga Part 1 ; Part 3

2 Comments

Filed under Dunia Adin, Dunia Adin Part 2, Novel

2 responses to “Keluarga Besar yang Tinggal di Seberang Rumah Adin

  1. Pingback: Pak Angin yang Menyebrangkan Anak Balon | Bacalah

  2. Pingback: Gadis Kecil Itu Bernama Adin | Bacalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s